Back to detail
Janda Itu "Merindukan" Almarhum Suaminya yang Jahat
Chapter 13 of 100

Theme

Text Size

Typeface

Read in

IDEN
Chapter 132 min read496 words

Bab 13 – Menghibur Dirinya (2)

Ekspresi Yu Duo langsung berubah begitu melihat semangkuk sup herbal, tapi ia tetap harus memasang muka seolah baik-baik saja padahal hatinya sedang kacau.

Bibi Lian meletakkan mangkuk sup herbal di atas meja dan berkata, "Nyonya, saya sudah cek kalender. Haid Nyonya selama ini selalu tepat waktu dan seharusnya jatuh dalam beberapa hari ini. Bagaimana kalau Nyonya minum sup herbal dulu?"

Itu langsung mengingatkan Yu Duo, hari ini memang hari pertama haidnya.

Mulut Yu Duo terasa kaku. Ia memaksa dirinya untuk mengalihkan pandangan dari sup herbal itu.

Ia sudah minum sup herbal ini selama tiga tahun, tentu saja ia tahu apa itu.

Demi memainkan perannya dengan sempurna di depan Fu Sinian, Yu Duo mengerahkan segala trik agar tampak seperti wanita yang lemah dan manja. Ia takut petir, hujan, dan segala macam serangga. Bahkan saat haid, ia seperti gadis rapuh lainnya. Sakitnya begitu parah sampai ia tak bisa bangun dari tempat tidur dan butuh suaminya untuk memangku serta mengusap perutnya.

(Penerjemah: Pepatah "seperti benalu" di sini berarti seseorang yang sangat lemah dan butuh perawatan ekstra.)

Mengingat aktingnya sendiri di depan Fu Sinian, ia pun tak bisa menahan diri untuk tidak bergidik.

Fu Sinian mendatangkan seorang dokter herbal tradisional untuk memeriksa Yu Duo dan memberinya resep sup herbal yang konon efektif membantu mengatur tubuh serta meredakan nyeri haid. Ia menyuruh Bibi Lian membuatkan sup herbal itu setiap kali Yu Duo haid.

Sup herbal memang pahit dan sepat, dan Yu Duo juga memanfaatkan itu di depan Fu Sinian.

Ia bilang sup herbal itu terlalu pahit dan sulit ditelan. Ia bersikeras agar Fu Sinian menyuapinya, dan setelah itu juga memintanya memberi permen.

Yu Duo merinding hanya dengan memikirkan tingkah lebaynya di masa lalu.

Bicara soal akting, ia benar-benar menyempurnakan penampilannya di depan Fu Sinian. Bisa dibilang ia layak mendapat penghargaan aktris terbaik Oscar.

Yah! Itu semua karena itulah tipe gadis yang disukai Fu Sinian.

Gadis yang penurut, manja, tidak banyak drama. Wanita simpanan yang setiap hari menunggu di rumah untuk kembalinya suami. Orang seperti itu jauh lebih baik daripada wanita-wanita di luar sana yang selalu punya rencana.

Bagaimanapun, bagi Fu Sinian, perusahaan dan kariernya adalah seluruh hidupnya. Wanita hanyalah hiasan tambahan.

Ia akan merayunya saat sedang ingin, dan membuangnya begitu selesai.

Selama ini, Yu Duo sudah belajar membaca situasi itu dengan sempurna.

Bibi Lian tahu bahwa Yu Duo terbiasa disuapi sup herbal oleh Tuan. Sekarang Tuan sudah tiada, pasti butuh waktu bagi Nyonya untuk terbiasa meminumnya sendiri.

Melihat Yu Duo menatap sup herbal itu, Bibi Lian menghela napas dan berkata, "Nyonya, meskipun Tuan sudah tidak ada, Nyonya tetap harus menjaga tubuh sendiri."

Yu Duo menunduk dan tersenyum pahit, "Aku mengerti, taruh saja di sini dulu. Masih terlalu panas untuk diminum, aku akan meminumnya setelah agak dingin."

Bibi Lian segera mengangguk, lalu, seolah teringat sesuatu, ia menatap Yu Duo dengan kekhawatiran di matanya dan berkata, "Nyonya, saya melihat unggahan Nyonya di grup pertemanan. Apa Nyonya... apa Nyonya tidak apa-apa?"

Yu Duo memaksakan senyum dan berkata, "Aku tidak apa-apa, cuma...." Dan ia berhenti.

— End of Chapter 13
Enjoyed this chapter?
Rate this chapter

Chapter Comments Chapter 13 · this chapter only

0 comments
A
Comments here only show on Chapter 13. Please respect spoilers from other chapters.
Janda Itu "Merindukan" Almarhum Suaminya yang Jahat — Chapter 13 — Novtoon