Back to detail
Janda Itu "Merindukan" Almarhum Suaminya yang Jahat
Chapter 88 of 100
Chapter 882 min read523 words

Bab 88

Penerjemah: Fleeting Cloud, Editor: Spirit Song and Lie

Sebuah tangan basah keluar dari kamar mandi. Wajahnya merona. Beberapa tetes air lembut meluncur dari kulit mulus itu dan jatuh di tangan Fu Sinian.

“Terima kasih, Mas.”

Yu Duo mengambil pakaian itu dan menutup pintu.

Sepuluh menit kemudian, dia keluar dari kamar mandi dengan rambut sedikit basah.

Alih-alih mengenakan piyama, dia sengaja memakai kemeja Fu Sinian. Kemeja itu longgar dan panjang, hanya menutupi pangkal kakinya. Pahanya yang putih ramping berkilau karena basah. Terlihat sangat seksi dan menggoda.

Fu Sinian sedang membaca cuitan Yu Duo di Weibo.

Dari cuitan terbaru tiga hari lalu hingga cuitan pertama tiga tahun lalu.

Citra Yu Duo di Weibo benar-benar berlawanan dengan Yu Duo saat ini. Ia terlihat sangat bahagia. Meskipun ada beberapa baris teks di bawah gambar, kebahagiaannya bisa terlihat dari ekspresinya bahkan tanpa membacanya.

Tiga bulan lalu, dia tidak pernah melihat yang seperti itu.

Sangat berbeda dibandingkan dengan dirinya yang sekarang, matanya dulu berbinar. Dia tampak seperti bintang yang bersinar di langit, memesona dan menawan.

Fu Sinian masih ingat saat Yu Duo mengenakan gaun tanpa punggung yang seksi di Paris. Rasa percaya diri yang terpancar darinya membuatnya menjadi pusat perhatian seluruh pesta. Dia dengan mudah bisa merebut perhatian dan tepuk tangan semua orang di pesta dansa.

Bahkan dia sendiri tidak bisa mengalihkan pandangan darinya.

‘Kenapa kau bisa tersenyum begitu bahagia di tempat yang asing? Kenapa kau tidak mau tersenyum dengan tulus di depanku yang telah bersamamu selama tiga tahun ini?’

‘Apa yang kau takutkan?’

“Mas, lagi lihat apa?”

Suara lembut itu memutus lamunan Fu Sinian. Dia mendongak ke arah suara itu dan mendapati Yu Duo sedang menatapnya. Dia hanya mengenakan kemejanya, membuat alis Fu Sinian berkerut.

Yu Duo menunduk melihat kemeja di tubuhnya dan berkata polos, “Ini kemeja yang Mas bawakan untukku.”

Dia berjalan tanpa alas kaki di atas karpet, selangkah demi selangkah ke depan Fu Sinian. Aroma menggoda dan memabukkan dari tubuhnya melayang di udara. Melihat mata Fu Sinian yang membara karena hasrat, senyum Yu Duo melebar. Dia berjinjit dan meraih leher Fu Sinian dengan tangannya. Lalu dia berkata dengan nada ambigu, genit dan penuh harap. “Sayang, aku sangat merindukanmu......”

Fu Sinian merasakan suhu kulit Yu Duo yang hangat karena mandi air panas. Alisnya berkerut dan matanya redup, tetapi dia tidak bicara.

Dia tahu bahwa tidak ada pria yang bisa menolak wanita di depannya.

Biasanya semurni bunga lili, tapi malam hari seroman bunga mawar. Kombinasi yang sangat mematikan.

Itu adalah godaan yang tak bisa ditolak pria.

Senyum Yu Duo semakin lebar karena dia tidak bisa menahan godaan.

Fu Sinian menarik napas dalam-dalam dan menutup matanya. Saat Yu Duo mengira Fu Sinian tidak bisa menahan diri, Fu Sinian tiba-tiba membuka matanya. Tidak ada apa pun selain ketenangan di matanya.

Yu Duo: ....?

‘Apa aku tidak terlihat semenarik dulu?’

“Pergi ganti pakaianmu.” Perintahnya.

“Apa karena cedera punggung?”

Yu Duo mendekat ke telinganya dan berbisik dengan wajah memerah, mengira bisa menggoda Fu Sinian. Namun, dia tidak menyangka wajah Fu Sinian malah semakin gelap.

“Ganti!”

Nadanya bahkan lebih keras dari yang pertama.

Yu Duo tidak tahu kapan dia menyinggung lelaki ini. Bukankah suasananya sedang tepat? Kenapa jadi begini?

Pandangan yang begitu berubah-ubah.

— End of Chapter 88
Enjoyed this chapter?
Rate this chapter

Chapter Comments Chapter 88 · this chapter only

0 comments
A
Comments here only show on Chapter 88. Please respect spoilers from other chapters.
Janda Itu "Merindukan" Almarhum Suaminya yang Jahat — Chapter 88 — Novtoon