Back to detail
Janda Itu "Merindukan" Almarhum Suaminya yang Jahat
Chapter 95 of 100
Chapter 953 min read559 words

Bab 95

T/L: Fleeting Cloud E/D: Spirit Song and Lie

Yu Duo merenung sejenak. Jika dia mengaku datang bersama Fu Sinian, bukankah orang-orang ini akan menganggapnya gila?

"Ah Chi yang mengantarku ke sini." Dia tidak sepenuhnya berbohong.

"Ah Chi... Ngomong-ngomong, aku dengar tentang surat wasiat Tuan Fu beberapa waktu lalu," lanjut Zhao Chen sambil menghela napas. "Aku selalu mengagumi Tuan Fu, mengira beliau adalah pria yang jujur dan tegak, tapi tak kusangka..."

(CATATAN PENERJEMAH: Seseorang sedang menggali kuburnya sendiri.)

Su Yang juga menghela napas saat berkata, "Ya, aku juga tidak menyangka Tuan Fu dalam surat wasiatnya memberikan sepertiga warisannya kepada wanita lain."

Wajah Nyonya Yu juga berubah muram.

Setelah menantunya meninggal, dia baru tahu bahwa pria itu berselingkuh dari istrinya dengan meninggalkan surat wasiat yang membagi warisan kepada wanita lain.

Itu sungguh membuat gigi gemeretak.

(CATATAN PENERJEMAH: Gigi gemeretak berarti sumber kemarahan dan dendam.)

Namun demi melindungi martabat putrinya, Nyonya Yu tidak banyak bicara soal itu.

Kabar tentang kembalinya Fu Sinian dan Qiao Jiao yang dibawa untuk diperiksa belum tersebar luas. Satu-satunya informasi terbaru yang diketahui semua orang di Kota S adalah bahwa harta Tuan Fu telah dibagi dua hari lalu.

"Sudahlah, jangan bahas topik ini lagi." Zhao Chen menatap wajah marah Yu Duo dan mengakhiri topik dengan nada diplomatis.

"Ngomong-ngomong, Presiden Qin seharusnya juga hadir malam ini. Kudengar Presiden Qin juga masuk dalam daftar sepuluh besar pengusaha muda terbaik tahun ini."

"Kudengar almarhum Tuan Fu juga..."

"Itu dulu," potong Zhao Chen dengan ekspresi 'sedih' di wajahnya. "Siapa suruh Tuan Fu berselingkuh dan gemar mempermainkan wanita?"

Mendengar komentar sembrono seperti itu, Yu Duo mengernyit. "Suamiku tidak pernah berselingkuh! Cukup bercandanya, Tuan Zhao. Kuharap Tuan bisa bersikap lebih sopan dan bermartabat!"

Suara Yu Duo tidak keras, bahkan tenggelam oleh musik di tempat acara.

Namun, banyak orang di sekitarnya yang mendengar ucapannya. Mereka semua memandang Yu Duo dengan iba dan mulai berbisik-bisik.

Zhao Chen tersenyum canggung dan meminta maaf. "Saya minta maaf."

Begitu suaranya mereda, pintu ruang banquet terbuka dan musik di dalamnya berhenti.

Yu Duo menatap ke arah pintu dan melihat Fu Sinian melangkah masuk ke ruang banquet seolah tidak ada orang lain di sana. Dia menutup mata terhadap orang atau benda di sekitarnya. Dia mengenakan setelan jas dan aksesori lain yang dipilihkan Yu Duo pagi tadi. Tubuhnya yang bidang dan ramping memancarkan aura kekuatan. Ekspresinya seolah berkata 'dilarang masuk bagi orang asing'.

Fu Sinian melangkah masuk ke tempat acara di depan mata semua orang. Saat matanya jatuh pada Yu Duo, dia tiba-tiba teringat komentar Qin Shao tentang penampilan Yu Duo.

(CATATAN PENERJEMAH: Selama pesta amal, Qin Shao memuji kecantikan Yu Duo.)

'Tenang.'

Meskipun banyak pikiran berlalu di benaknya, dia tetap bersikap acuh tak acuh di luar.

Saat Fu Sinian muncul di ruang banquet, seluruh ruangan hening. Kemudian, seperti menyentuh sarang lebah, semua orang berbisik dan berdiskusi dengan sengit bersama orang di sekitar mereka.

"Fu... Fu Sinian? Dia tidak mati?"

"Bukankah dikatakan yachternya meledak tiga bulan lalu dan bahkan mayatnya tidak ditemukan?"

"Tim penyelamat tidak menemukan siapa pun setelah tiga hari pencarian. Kemudian mereka mencari lagi selama lebih dari sebulan, tapi tidak ada kabar. Kenapa hari ini..."

"Karena Tuan Fu baik-baik saja, kenapa dia tidak muncul selama tiga bulan terakhir?"

Banyak tatapan penasaran dan terkejut tertuju pada Fu Sinian, tapi dia tidak gentar. Dia acuh tak acuh. Dia melirik penonton. Ke mana pun matanya berpaling, bisikan mereda dan wajah-wajah tersenyum berubah masam.

— End of Chapter 95
Enjoyed this chapter?
Rate this chapter

Chapter Comments Chapter 95 · this chapter only

0 comments
A
Comments here only show on Chapter 95. Please respect spoilers from other chapters.
Janda Itu "Merindukan" Almarhum Suaminya yang Jahat — Chapter 95 — Novtoon