Back to detail
Janda Itu "Merindukan" Almarhum Suaminya yang Jahat
Chapter 84 of 100
Chapter 843 min read572 words

Bab 84

T/L: Awan Sekilas E/D: Nyanyian Roh dan Lie

Guntur kembali menderu di luar. Seluruh vila berguncang hebat akibat sambaran petir.

Yu Duo berseru kaget dan merapat erat ke dada Fu Sinian. Ia memeluknya erat seperti seekor kucing ketakutan yang mencari kehangatan dan perlindungan di tengah badai angin dan hujan yang mengerikan.

Fu Sinian akhirnya tersenyum dan mengusap punggung Yu Duo. "Ini tidak boleh terulang lagi."

Yu Duo menghela napas lega.

Meskipun prosesnya berat, hasilnya sepadan dengan kerja kerasnya malam ini.

Ia bersandar pada Fu Sinian dan berkata, "Sayang, maukah kau pergi ke rumah sakit besok untuk memeriksa luka di punggungmu? Sudah lama sekali tidak sembuh-sembuh. Aku khawatir padamu."

"Belum saatnya aku muncul sebelum semuanya selesai."

Yu Duo mengerti bahwa Fu Sinian takut akan percobaan pembunuhan, jadi ia tidak ingin kepulangannya diketahui umum.

Setelah berpikir, ia memutuskan untuk mengambil kesempatan selagi suasana masih hangat. Dalam momen yang tepat itu, ia memutuskan untuk menceritakan secara gamblang semua yang telah dilakukannya selama dua bulan ini.

"Sebenarnya... ada hal lain yang ingin kukatakan padamu."

Belum lama Fu Sinian kembali dan seluruh perhatiannya tertuju pada perusahaan. Jelas sekali ia tidak punya waktu dan tenaga untuk menyelidiki hal-hal kecil tentangnya. Meskipun sekarang tampak seperti masalah sepele, hal-hal itu bisa menjadi masalah merepotkan yang akan menghantuinya setelah Fu Sinian berhasil menstabilkan situasi saat ini.

"Apa itu?"

Yu Duo menunduk dan dengan jujur menyerahkan ponselnya. "Saat kau menghilang, semua orang mengira kau... Jadi saat itu aku merasa sangat terpukul. Bibi Lian bahkan khawatir aku akan jatuh depresi, jadi dia menyarankanku untuk pergi jalan-jalan." Sampai di titik ini, ia mengumpulkan keberanian dan menatap Fu Sinian dengan mata sembab dan merah. "Aku selalu ingin bepergian keliling dunia bersamamu. Tapi karena kau selalu sibuk dengan perusahaan dan tidak punya waktu, aku tidak bisa mewujudkannya. Karena itu, dalam satu bulan setelah kepergianmu, aku bepergian ke banyak tempat."

Fu Sinian mengambil ponsel yang diserahkan Yu Duo. Aplikasi WeChat-nya terbuka di ponsel itu.

Tidak ada unggahan baru dalam sebulan terakhir. Yang terakhir adalah saat Yu Duo yang sedih kembali ke China. Ia mengunggahnya di bandara.

"Aku sudah pulang, tapi kau masih belum ada."

Jika Yu Duo tidak menyebutkannya, ia pasti sudah lupa. Ia sempat bepergian keliling dunia bersama Yu Duo selama beberapa waktu setelah kematiannya dan melihat banyak pemandangan indah. Terlebih lagi, ia melihat lebih banyak senyuman di wajah Yu Duo daripada gabungan tiga tahun sebelumnya. Senyuman di wajahnya membuatnya sangat bahagia.

Yu Duo berbisik, "Aku bepergian ke begitu banyak tempat sendirian dan mewujudkan keinginanku yang dulu. Kupikir aku akan sangat bahagia, tapi setiap kali tiba di negara baru, aku tetap merasa sangat hampa. Lihatlah kota itu, Sinian. Jika ada kesempatan di masa depan, kau akan menemaniku berlibur ke sana, kan? Aku ingin pergi berlibur bersamamu."

Fu Sinian menatap Yu Duo dan berkata, "Aku akan menemanimu."

Nada suaranya tidak terdengar basa-basi.

Mendengar itu, Yu Duo menangis dan tersenyum. Dengan mata berkaca-kaca, ia berkata penuh semangat, "Janji. Kau tidak boleh berbohong."

"Hm." Fu Sinian melihat lagi ke WeChat Moments miliknya lalu menutupnya. Setelah itu, ia membuka Weibo di depan mata Yu Duo.

Yu Duo melihat betapa mahirnya ia menemukan aplikasi Weibo dan membukanya. Meskipun ia tahu bahwa ia sudah logout dari akun Weibo dan menghilangkan semua jejak, ada pepatah lama yang mengatakan: siapa yang berbuat salah tidak akan tidur nyenyak? Akun Weibo itu adalah satu-satunya tempat di mana ia membeberkan 'perbuatan memalukannya', jadi bagaimana mungkin ia tidak takut?

Ia tersenyum dan bertanya, "Sinian, apakah kau menggunakan Weibo?"

— End of Chapter 84
Enjoyed this chapter?
Rate this chapter

Chapter Comments Chapter 84 · this chapter only

0 comments
A
Comments here only show on Chapter 84. Please respect spoilers from other chapters.