Back to detail
Seorang Pecinta Kuliner yang Bereinkarnasi ke Istana
Chapter 1 of 50

Theme

Text Size

Typeface

Read in

IDEN
Chapter 011 min read316 words

Bab 1: Gumam Sang Penulis

Halo, para anak manisku~

Belakangan ini, ada beberapa orang yang bertanya kenapa pemeran utama pria dan wanita tidak menjalin hubungan satu lawan satu. Ada juga yang bilang kalau pemeran utama pria itu menyebalkan, seolah-olah dia bukan pria perjaka.

Nah, di sini penulis ingin meluruskan semuanya.

Novel ini jelas mengambil gaya yang hangat dan manis.

Tapi penulis tetap ingin ceritanya dibuat lebih terasa nyata—menampilkan setiap detail kecil dari perjalanan seorang gadis biasa yang menyelami kedalaman “Harem”.

Supaya saat kalian membaca, kalian bisa berpikir, “Wow! Ini bener-bener realistis! Rasanya seperti memang begitulah kejadiannya.”

Walau jujur saja, penulis kurang jago sejarah (tolong jangan tertawakan aku, semuanya~), kalian harus tahu bahwa pada zaman dahulu, posisi perempuan sangat rendah, sedangkan para pria bisa punya banyak selir.

Coba bayangkan skenario begini: ada seseorang yang bereinkarnasi, lalu langsung bertemu dengan pria yang statusnya tinggi dan punya banyak harta. Dia juga lelaki paling tampan dan paling kuat di dunia, sampai jatuh cinta pada pemeran wanita tanpa bisa ditolak—setia padanya saja. Dia bersumpah akan mengusir semua perempuan lain, para selir, dan seluruh Harem, lalu menyatakan dengan penuh keyakinan, “Aku tidak akan menikah dengan siapa pun selain kamu. Aku ingin menua bersamamu. Tanpamu, aku tidak bisa hidup.”

Ini… ini adalah kejadian berprobabilitas rendah, nyaris sesulit Mars bertabrakan dengan Bumi.

Bukan berarti kisah-kisah seperti itu tidak menyenangkan untuk dibaca—lagipula, novel butuh semua jenis imajinasi~

Tapi pada dasarnya, selera tiap orang berbeda, dan aku pribadi lebih suka cerita yang sedikit lebih realistis.

Aku ingin menciptakan karakter yang benar-benar hidup—agar semua orang bisa merasakan, “Begini rupanya zaman dahulu.”

Pemeran wanita utama tidak selalu yang paling cantik di dunia, begitu juga pemeran pria utama yang tidak selalu paling tak terkalahkan. Mereka tidak sempurna. Mereka punya kekurangan, emosi yang meledak, naik-turun mood, dan masalah-masalah mereka sendiri.

Namun, apa pun itu, mereka tetap menjalani hidup mereka sebaik mungkin di dunia yang baru.

Dan begitulah jenis cerita yang perlahan-lahan ingin kubagikan untuk kalian~

— End of Chapter 1
Enjoyed this chapter?
Rate this chapter
Previous
This is the first chapter

Chapter Comments Chapter 1 · this chapter only

0 comments
A
Comments here only show on Chapter 1. Please respect spoilers from other chapters.