Bab 92
Mata Yu Duo berkaca-kaca menahan tangis saat ia memuntahkan semua roti dan susu yang ia makan pagi tadi. Wajah mungilnya pucat pasi. Ia tampak lemah dan harus bersandar pada wastafel agar tidak jatuh. Setelah membersihkan noda, ia tersenyum pada Bibi Lian. "Aku tidak apa-apa, Bibi Lian."
Bibi Lian berkata cemas, "Mana bisa tidak apa-apa? Kamu muntah-muntah seperti ini. Biar kupanggilkan dokter untuk memeriksamu."
"Jangan!" Yu Duo segera menghentikan Bibi Lian, "Bibi Lian, aku benar-benar baik-baik saja. Hanya saja... susu hari ini baunya sangat amis. Aku tidak bisa meminumnya."
"Susu? Tapi kamu biasa minum susu ini."
"Mungkin aku masuk angin kemarin, jadi hidungku agak sensitif," Yu Duo terus meyakinkannya, "Aku benar-benar tidak apa-apa. Bibi tidak perlu khawatir padaku."
Meski tatapan curiga Bibi Lian masih tertuju padanya, "Benarkah?"
"Tentu saja," kata Yu Duo sambil tersenyum, "Aku naik ke atas dulu. Aku akan memanggil Bibi kalau ada masalah."
Untungnya, Bibi Lian mempercayainya setelah jaminan berulang kali dari Yu Duo dan melanjutkan pekerjaannya.
Yu Duo naik ke atas, mengunci diri di kamar, dan mencari di internet tentang gejala kehamilan awal.
—Apa saja gejala kehamilan?
Yu Duo membuka hasil pencarian ini.
1. Amenore (tidak haid)
Kenapa Yu Duo peduli kalau menstruasinya tidak datang bulan lalu? Lagi pula, terlambat haid adalah hal yang biasa terjadi. Yang lebih penting, saat itu ia sedang khawatir tentang kasus surat wasiat palsu dan tidak memperhatikan siklus menstruasinya.
Sekarang dipikir-pikir, bukankah menstruasinya sudah tidak datang selama sebulan?
2. Kelelahan
... Yu Duo merasa seperti tertembak.
Saat bangun pagi, ia merasa sangat lelah.
Ia melanjutkan membaca ke bawah.
3. Sering buang air kecil
4. Muntah-muntah
5. Mual di pagi hari (morning sickness)
6. Emosi tidak stabil dan mudah tersinggung
7. Suhu tubuh tinggi
Setelah membaca penjelasan ini dengan saksama, semakin Yu Duo membaca, semakin ia merasa bahwa kondisi fisiknya saat ini sangat cocok dengan kata "hamil".
... Tidak mungkin!
Ini terlalu konyol!
Bagaimana bisa ada hal sekonyol ini di dunia?
Bagaimana mungkin ia hamil?
Yu Duo membuang ponselnya, merasa Baidu pasti menyesatkannya. Ia masih harus mendengarkan kata-kata Bibi Lian untuk periksa ke dokter. Semakin banyak ia membaca di Baidu, semakin ia merasa dirinya hamil.
(Catatan Penerjemah: Baidu adalah mesin pencari seperti Google.)
Ia menyentuh lemak di perutnya dan mencubit pinggangnya. Jika ia hamil, setidaknya ia sudah hamil tiga bulan. Wanita hamil tiga bulan mana yang memiliki perut rata sepertinya?
"Nyonya," tiba-tiba ia mendengar suara disertai ketukan pintu. Seperti pencuri yang tertangkap basah, telinganya mendengar dengan waspada: "Tuan sudah pulang."
Yu Duo langsung merasa kesal.
'Kenapa Fu Sinian pulang sekarang?'
Ia melihat ke cermin, menyisir rambutnya yang berantakan, lalu turun ke bawah.
Fu Sinian sedang naik ke atas dan Ah Chi mengikutinya.
"Suami..."
"Nanti malam ada jamuan. Kamu harus menyiapkan segala sesuatunya." Fu Sinian berkata dengan enteng saat melewati Yu Duo.
Yu Duo mengangguk.
Dulu, setiap kali Fu Sinian menghadiri jamuan, Yu Duo akan memilihkan jas dan barang-barang lainnya untuknya. Jamuan resmi memiliki persyaratan tinggi untuk aturan berpakaian. Pakaian biasa sama sekali tidak bisa dipakai.
Karena Fu Sinian memutuskan untuk menghadiri jamuan itu, pasti jamuan ini sangat penting.
Yu Duo kembali ke kamar dan menyiapkan pakaian serta aksesoris untuk Fu Sinian.
Chapter Comments Chapter 92 · this chapter only
0 comments